(didedikasikan untuk ibuku tercinta)
Di atas hamparan debu kemiskinan aku pucat melihatmu
Di belakang gubug aku menatap nanar kejamnya duniamu
Ibu,
Berikan pisau itu padaku
Biar kutantang sengatan matahari dunia
Biar kukoyak koar maki agitasi itu
Agar bukan doktri yang aku uji
Agar serpihan kalut ini mejadi buram
Peluhmu menjadi nyawa baru untukku
Tangismu menjadi angkara jiwaku
Tapi Ibu,
Usaplah wajahku, tidurkan aku di pangkuanmu
Laut telah keruh, hujan telah turun, mendung tebal betul
Aku carut marut, mimpi remajaku rapuh di gelanggang ini
Wajah lusu dan rambutmu
Menjadi bola api di genggamanku
Aku selalu mengenangmu
Di belakang gubug itu…
Jambi,22:59 22 april 2009
Aku melihatmu Bu, di belakang gubug itu!
Posted by Hanafi at 6:52 PM 4 comments Links to this post
Labels: Puisi
Refleksi Cinta Ini..
Aku menggeliat di pencarian jejak ini
Terpekur di antara hiruk pikuk dunia
Terdiam di antara riuh rendah ambisi
Beku di atas panas bumi
Bukan cinta kasih yang aku impi
Bukan rasa sayang yang ingin aku terima
Juga bukan bentuk simpati dari diri
Aku menulis sajak ini di atas aspal debu jalan
Di hamparan pasir pantai tak bernama
Di gerbong kereta api malam
Di riak gelombang anak sungai belantara
Aku menengadah mendamba cinta…
Cinta yang katanya…
Roman tanpa batas
Api yang tak akan padam
Inspirasi yang tak mungkin mati
Aku sudah mengasah belakang mata pisau
Aku sudah menanti pelangi malam
Aku mampu putar haluan badai
Aku sudah rentas sulaman takdir
Berapa kilo harus kudaki tanpa tali
Berapa lagi harus aku lompati landai curam
Aku tersadar..
Lara adalah bayangku
Kelam adalah cahayku
Hitamlah warnaku
Aku telah marah pada malam
Aku telah maki pada terik mentari
Aku telah tiup temaram lilin
Aku lelah mengejar jejak cinta semu ini..
Jambi, 22 april 2009 00:05
Posted by Hanafi at 6:41 PM 0 comments Links to this post
Labels: Puisi
Online sambil dengerin radio
Ya, aku online sambil dengerin radio. Tapi bukan siaran radio konvensional, butuh HP atau walk-man atau radio player agar bisa menikmati siarannya. Melainkan sambil online.
Nama radionya DJ Wirya dot com. Selain bisa request lagu, ada fasilitas chat. Lumayan betahlah disana. Fasilitas chat digunakan untuk request.
Radio online ini mendukung penuh anti-pembajakan. Jadi setiap lagu yang diputar adalah lagu yang oleh label musik tsb sudah bekerja sama dengan radio ini.
Ada jadwal siaran juga.
Jika Anda ke sana, maka nick TONY adalah saya. :)
Posted by Hanafi at 8:29 PM 5 comments Links to this post
Labels: Kisahku
Hanya Melihat dari Sisi Kelam Sebuah Kehidupan
Tak tahu lah, apa yang salah dari semua ini.
Diri ini atau kuasa Tuhan atau sistem yang ada yang tak memihak.
Sebenarnya kehidupan ini sungguh menyenangkan sekali adanya.
Tapi yang terasa hanya kelamnya.
Sepertinya ada sesuatu hal yang menghadang masuknya kerlip cahaya, ya cahaya kebahagiaan.
Sebenarnya naif sekali jika hanya berkeluh kesah akan takdir dari sebuah kehidupan.
Solusi paling optimal adalah melawan takdir itu, sekalipun melawan arus.
Ada kehidupan sebenarnya setelah kehidupan ini, yang bermula dari kematian.
Tapi untuk sampai ke sana memerlukan 'ongkos'.
Salah satunya harga diri.
Ya, harga diri agar tetap berlangsung hidup dari seleksi alam.
Jika tumbang, tentu menjadi sosok inferior nantinya...
Tuhan punya rencana lain.
Ah, itu doktrin!
Kenapa tidak sekarang saja?
Apa bedanya sekarang dan nanti,
jika hanya penderitaan yang dialami.
Jika telah tejerat pada lingkarang setan, beginalh jadinya.
Posted by Hanafi at 7:58 PM 1 comments Links to this post
Labels: Kisahku




