Labels:
Catatan Facebook
at
7:02 PM
Pasti!
Setiap kita terlalu mempercayainya
Melebihi dari kemampuan kita untuk meragukannya
Melebihi nyali kita untuk memberi celah sedikit bahwa ini ada ketidakmungkinan
Pasti!
Kau menghabiskan hari-hari panjang melelahkan dengan sisa-sisa percayamu pada kepastian
Kau meradang dan mengumpat janji kepastian tak kunjung ada
Kau menunggu dengan harap cemas bahwa kau akan bahagia dari kepastian
Aku tidak seperti itu..
Tidak ada kepastian bagiku kecuali untuk diragukan
Tidak ada kebenaran absolut, kecuali egomu
Tidak ada kebahagiaan hakiki kecuali tidurku
Tidak ada sedikitpun keleluasaan kecuali filsafatku
Aku bukan keraguan Aku bukan kepastian
Tapi jangan vonis aku ragu-ragu ataukah ketidakpastian
Aku hanya meragukan kepastian
Bahwa kepastian hanya janji Janji yang terlanjur dibuat agar kita mempercayainya
**
Pasti! Tapi tidak untuk mati ;p
diambil dari catatan-catatan facebook
Labels:
Catatan Facebook
at
6:59 PM
Karena sudah banyak catatan yang kubuat
Nanti kau bingung lalu malas saja untuk membacanya
Catatan yang duluya kukiran produktif bisa saja menjadi konsumtif
Catatan yang kuharapa inspiratif bisa saja kini provokatif
Bayangkan...
Kalau catatan ini ku akhiri
Lalu kau tidak menemukan catatan lanjutan di facebookku
Mungkin mereka tak peduli
Termasuk Tim Kreatif facebook
Atau webmasternya, dia tidak akan terbebani akibat menumpuk catatanku di database mereka
Bayangkan...
Aku akan merana hilang arah
Menerkan-nerka apa hari masih senja atau sudah fajar
Karena terbangun tidur adalah seperti petaka nikmat untukku
Aku tak punya panggung untuk ekspresif
Aku tak punya wadah untuk menadah luapan emosi
Kau tak kunjung datang
Kau belum juga membaca setiap catatan yang kubuat hingga saat ini
Kau tak tampak bakal memberi simbol jempol pertanda ‘suka’ di bawah catatan ini
Kau juga sepertinya tak mungkin ada sekedar untuk mengomentari catatan ini
Kau mustahil mempublikasikan catatan ini sebagai tautan di ‘dinding’ profilemu
Aku putus harap
Cahaya di ujung lorong gelap ini kukira semakin dekat ternyata kunang-kunang
Emas-emas batangan yang kukira aku yang punya ternyata lelap tidurku tadi malam
SMS masuk yang menggetarkan ponselku yang kuharapan engkau ternyata promosi sampah dari provider
Telpon masuk selalu ada, tapi permintaan laporan yang belum ku selesaikan
Malam-malam panjang tanpa bisa memejamkan mata
Jalan panjang tak ada ujung, tapi persimpangan yang aku bingung harus kemana
Buku panduan wilayah ini belum juga dimutakhir
Kalau saja kau datang...
Aku akan...
diambil dari catatan-catatan facebook
Labels:
Politik
at
9:01 PM
Masyarakat Sulawesi libur lokal hari ini menyambut Jusuf Kalla. Ya, Jusuf Kalla untuk kali pertama setelah Ia kalah pasca pilres pulang ke kampungnya. Masyarakat di sana berteriak: "Presiden di hati kecil rakyat Indonesia adalah JK"
Saya agak miris melihat ini, bagaiamana mungkin seseorang yang punya potensi yang luar biasa bisa kalah. Dan itu telak, 12% saja. Saya tidak bermaksud membuat kontroversi baru mengenai hal ini. Tapi begitu banya kekurangan pilpres adalah fakta tak terbantahkan akan konspirasi itu. Konspirasi yang sistematis dan masif. Entah siapa sebenarnya yang bermain di sini.
Saya heran Jusuf Kalla yang ekspresif dan cepat serta cerdas mengambil keputusan dan kebijakan bisa dipandang kecil di mata rakyat Indonesia. Masyarakat masih buta politik. Seseorang yang kelihatan santun dan seperti dizholimi sepertinya patut dipilih jadi presiden.
Tapi sudahlah untuk apa spekulasi seperti itu, masih absurd dan sulit diungkapkan kebenarannya.
Yang jelas, saya sampai kapanpun tetap memilih JK untuk presiden.
Labels:
Kisahku
at
7:50 PM
Rasanya sudah begitu lama tidak menulis lagi di blog ini. Alasannya karena tidak ada motivasi. Motivasinya yang seperti apa, nah ini yang sulit dijelaskan. Karena dari nge-blog tidak ada hasil.
Yang pasti blog ini aku buat hanya untuk menulis. Ya, menulis. Menulis apa saja yang ingin aku tulis. Tidak tahu itu bakal dibaca orang lain ataukah tidak.
Menulisku sepertinya tidak ada bakat. Karena susunan kalimat yang tidak terstruktur dan tidak fokus. Ngelanturnya itu lho.. Kemana-mana. Tidak ada titik kulminasi. Mengambang saja.
Tapi ini bagian dari proses, entah bagaimana akhirnya. Apakah akan seperti ini atau ada perembangan. Semoga saja membaik.
Terkhusus aku juga mau ngucapin selamat untuk Komunitas Blogger Jambi yang sudah berganti menjadi dot com. Ini luar biasa gebrakan dari Paman Gober.